Dorong Kekayaan Intelektual dan Artikel Ilmiah, Ditjen Diksi Salurkan Insentif
Sabtu, 09 Juli 2022 - 13:10 WIB
loading...
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati. Foto/Kemendikbudristek.
A
A
A
JAKARTA - Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek melalui Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi menyalurkan bantuan insentif ke perguruan tinggi vokasi. Bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan gairah berinovasi pada riset di kampus vokasi.
Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbudristek Kiki Yuliati mengatakan, pendampingan dosen dalam menyusun draf paten maupun pendaftaran masih diperlukan, termasuk dalam hal penulisan artikel ke dalam jurnal bereputasi. Sebab, belum semua politeknik negeri memiliki sentra Kekayaan Intelektual (KI) sebagai unit yang fokus membantu dalam pengusulan paten.
Dia menjelaskan, diperlukan langkah-langkah strategis, mulai dari meningkatkan jumlah pendidikan dan pelatihan vokasi, perbaikan sistem pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, penambahan jumlah lulusan vokasi yang memiliki sertifikat tenaga terampil, pendidikan dan pelatihan vokasi yang melibatkan swasta dan korporasi sehingga lebih mengerti jumlah dan kebutuhan SDM (link and match).
Baca: Mau Kuliah Sarjana Terapan? Undip Sediakan Prodi Unggulan di Sekolah Vokasi
“Serta memperbanyak jumlah pembelajaran berbasis industri atau teaching factory (tefa) dan memberikan kesempatan bagi praktisi agar dapat mengajar di SMK dan politeknik,” terangnya pada Sosialisasi Program Bantuan Insentif Kekayaan Intelektual dan Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi Dosen Vokasi TA 2022”, melalui siaran pers, Sabtu (9/7/2022).
Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Kemendikbudristek Kiki Yuliati mengatakan, pendampingan dosen dalam menyusun draf paten maupun pendaftaran masih diperlukan, termasuk dalam hal penulisan artikel ke dalam jurnal bereputasi. Sebab, belum semua politeknik negeri memiliki sentra Kekayaan Intelektual (KI) sebagai unit yang fokus membantu dalam pengusulan paten.
Dia menjelaskan, diperlukan langkah-langkah strategis, mulai dari meningkatkan jumlah pendidikan dan pelatihan vokasi, perbaikan sistem pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, penambahan jumlah lulusan vokasi yang memiliki sertifikat tenaga terampil, pendidikan dan pelatihan vokasi yang melibatkan swasta dan korporasi sehingga lebih mengerti jumlah dan kebutuhan SDM (link and match).
Baca: Mau Kuliah Sarjana Terapan? Undip Sediakan Prodi Unggulan di Sekolah Vokasi
“Serta memperbanyak jumlah pembelajaran berbasis industri atau teaching factory (tefa) dan memberikan kesempatan bagi praktisi agar dapat mengajar di SMK dan politeknik,” terangnya pada Sosialisasi Program Bantuan Insentif Kekayaan Intelektual dan Artikel Ilmiah Internasional Bereputasi Dosen Vokasi TA 2022”, melalui siaran pers, Sabtu (9/7/2022).
Lihat Juga :