Jangan Hentikan Rekruitmen Guru
Rabu, 08 Juli 2020 - 05:58 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan data yang dimiliki oleh Kemendikbud, pada 2022 akan ada 86.650 guru yang akan pensiun. Selain itu, tentunya setiap tahun ada guru yang pensiun dan posisinya harus segera diisi lewat pengangkatan guru baru. Jika tidak ada pembukaan rekrutmen guru, dipastikan kekurangan guru pada tiga tahun mendatang akan lebih masif. (Baca juga: Warga Uighur di Pengasingan Minta ICC Selidiki 'Genosida' China di Xinjiang)
Kalaupun tidak ada rekrutmen tahun ini, dia mengusulkan harus ada solusi lain seperti memproses pengangkatan guru honorer yang sudah lolos tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dia menjelaskan, ada 34.954 guru honorer yang sudah lolos tes PPPK pada Februari 2019, tetapi tidak kunjung diangkat. “Dengan diangkatnya guru PPPK yang sudah lolos tes saja belum bisa menutupi kebutuhan guru di Indonesia. Apalagi jika pemerintah benar-benar tidak akan membuka rekrutmen,” ungkap Satriwan.
Menurutnya, puluhan ribu guru honorer itu sudah lolos SKD dan proses SKB belum dimulai lantaran ada Covid-19. “Kalau SKB belum, artinya untuk PPPK lebih nahas lagi. Mereka sudah tes dinyatakan lolos, 2019 belum diangkat, 2020 ini kayaknya enggak diangkat juga. Ini yang kita dorong,” tandasnya.
Tahun lalu Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, guru atau tenaga pendidik merupakan elemen vital terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas. Atas dasar itu, proses regenerasi guru harus disiapkan agar tidak terjadi ketimpangan tenaga pendidik. (Lihat videonya: Kapal Tak Bisa Sandar, Sapi Dilempar ke Laut)
Dalam pandangannya, rekruitmen adalah sebuah keniscayaan karena untuk memenuhi kekurangan guru yang ada saat ini, kemudian mengganti guru pensiun. Selain itu, penambahan akses pendidikan juga menuntut kebutuhan guru yang tidak sedikit. (Dita Angga/Neneng Zubaidah)
Kalaupun tidak ada rekrutmen tahun ini, dia mengusulkan harus ada solusi lain seperti memproses pengangkatan guru honorer yang sudah lolos tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dia menjelaskan, ada 34.954 guru honorer yang sudah lolos tes PPPK pada Februari 2019, tetapi tidak kunjung diangkat. “Dengan diangkatnya guru PPPK yang sudah lolos tes saja belum bisa menutupi kebutuhan guru di Indonesia. Apalagi jika pemerintah benar-benar tidak akan membuka rekrutmen,” ungkap Satriwan.
Menurutnya, puluhan ribu guru honorer itu sudah lolos SKD dan proses SKB belum dimulai lantaran ada Covid-19. “Kalau SKB belum, artinya untuk PPPK lebih nahas lagi. Mereka sudah tes dinyatakan lolos, 2019 belum diangkat, 2020 ini kayaknya enggak diangkat juga. Ini yang kita dorong,” tandasnya.
Tahun lalu Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, guru atau tenaga pendidik merupakan elemen vital terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas. Atas dasar itu, proses regenerasi guru harus disiapkan agar tidak terjadi ketimpangan tenaga pendidik. (Lihat videonya: Kapal Tak Bisa Sandar, Sapi Dilempar ke Laut)
Dalam pandangannya, rekruitmen adalah sebuah keniscayaan karena untuk memenuhi kekurangan guru yang ada saat ini, kemudian mengganti guru pensiun. Selain itu, penambahan akses pendidikan juga menuntut kebutuhan guru yang tidak sedikit. (Dita Angga/Neneng Zubaidah)
(ysw)
Lihat Juga :