Riset Sel Baterai Mobil Listrik MAN 2 Kota Malang Diganjar Medali Emas OPSI 2022

Rabu, 30 November 2022 - 08:39 WIB
loading...
Riset Sel Baterai Mobil Listrik MAN 2 Kota Malang Diganjar Medali Emas OPSI 2022
Safira Nasywa Mujahidah, siswa MAN 2 Kota Malang berhasil menyabet Medali Emas bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Siswa Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) 2 Kota Malang kembali mengukir prestasi. Safira Nasywa Mujahidah, siswa kelas XII MIPA 8 berhasil menyabet Medali Emas bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022.

Safira, panggilan akrabnya, dalam ajang ini mengangkat penelitian dengan judul “ALGR01: Sel Baterai Ion-Aluminium Katoda Grafena Polyethylene Terephthalate Mewujudkan Era Mobil Listrik yang Lebih Baik”.

Baca juga: Singkirkan 32 Tim se-Indonesia, MAN 1 Malang Juara Lomba Debat Nasional

"Alhamdulillah, riset Sel Bateri Ion yang dikembangkan di MAN 2 Kota Malang meraih medali emas pada OPSI 2022," terang Safira seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, ide penelitian ini berawal dari maraknya pemberitaan di media tentang ancaman krisis energi dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pembakaran energi fosil yang tak kunjung tersubstitusikan. Permasalahan tersebut menuntut manusia untuk segera merealisasikan resolusi yang komprehensif, dan salah satu jawabannya adalah perwujudan revolusi kendaraan listrik.

Meski demikian, lanjut Safira, kendaraan listrik masih menjadi kontroversi di banyak kalangan masyarakat terutama di negara berkembang. Hal ini disebabkan karena biayanya yang terlampau mahal, kualitas kemudi yang tidak sebanding dengan kendaraan gas, dan potensi kecelakaan ledakan baterai yang masih tinggi.

Baca juga: Madrasah Robotic Competition 2022 Resmi Ditutup, Ini Daftar 9 Madrasah Peraih Juara

"Untuk itu, diperlukan adanya improvisasi material aktif dari baterai, salah satunya dengan penggunaan material aktif nanopartikel bernama grafena," ujarnya.

"Grafena merupakan alotrop karbon dengan bentuk hexagonal satu lapis karbon yang memiliki konduktivitas, stabilitas termal, dan spontanitas listrik yang baik dengan luas permukaan besar sehingga kapasitas lebih besar dengan massa yang lebih ringan," sambungnya.

Namun penerapan grafena pada baterai kendaraan listrik dinilai malah akan menambah beban biaya produksi. Sebab, di tahun 2020 saja, 1 gram grafena masih dibandrol dengan harga 100 USD.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2282 seconds (10.101#12.26)