Pengalaman Unik Mahasiswa UMM, Kuliah di 2 Kampus dalam Satu Waktu
Kamis, 19 Januari 2023 - 17:18 WIB
loading...
Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Niko Silabest dan Muh Ridha Agam mengikuti pertukaran mahasiswa. Foto/Dok/UMM
A
A
A
JAKARTA - Pertukaran pelajar antar universitas luar negeri merupakan kesempatan yang sangat diidamkan oleh para mahasiswa. Kesempatan itulah yang datang pada dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ), Niko Silabest dan Muh Ridha Agam.
Dua mahasiswa jurusan Informatika ini mengikuti program International Credit Transfer (ICT) yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Selama 9 September-28 Januari ini mereka bergelut dan belajar di jurusan Bioinformatika Asia University, Taiwan.
Baca juga: Dirjen Diksi Pastikan Calon Mahasiswa Vokasi Bisa Daftar KIP Kuliah
Ridha, sapaan akrabnya menceritakan bahwa ia dan Niko harus mengikuti perkuliahan di dua jurusan yang berbeda dan universitas yang berbeda. Uniknya, program ini pertukaran pelajar dilakukan secara daring (online). Meski begitu, kesempatan ini tidak disia-siakan keduanya.
Banyak hal baru yang ia rasakan seperti pada aspek aturan dan kurikulum. Di Asia University, para dosen hanya menjelaskan secara umum saja. Hal ini membuat para mahasiswa harus mandiri untuk mendalami materi yang ada. Hal tersebut sempat membuatnya kaget dan kesulitan. “Agak kesulitan sih karena kan kalau di Indonesia biasanya dosen menjelaskan banyak hal,” katanya.
Dua mahasiswa jurusan Informatika ini mengikuti program International Credit Transfer (ICT) yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Selama 9 September-28 Januari ini mereka bergelut dan belajar di jurusan Bioinformatika Asia University, Taiwan.
Baca juga: Dirjen Diksi Pastikan Calon Mahasiswa Vokasi Bisa Daftar KIP Kuliah
Ridha, sapaan akrabnya menceritakan bahwa ia dan Niko harus mengikuti perkuliahan di dua jurusan yang berbeda dan universitas yang berbeda. Uniknya, program ini pertukaran pelajar dilakukan secara daring (online). Meski begitu, kesempatan ini tidak disia-siakan keduanya.
Banyak hal baru yang ia rasakan seperti pada aspek aturan dan kurikulum. Di Asia University, para dosen hanya menjelaskan secara umum saja. Hal ini membuat para mahasiswa harus mandiri untuk mendalami materi yang ada. Hal tersebut sempat membuatnya kaget dan kesulitan. “Agak kesulitan sih karena kan kalau di Indonesia biasanya dosen menjelaskan banyak hal,” katanya.
Lihat Juga :