FSGI Nilai Program Organisasi Penggerak Tidak Efektif Dilaksanakan di Tengah Pandemi
Senin, 27 Juli 2020 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
“Hari ini kami dikejutkan oleh adanya dua perusahaan CSR yang mendapatkan anggaran dari APBN puluhan miliar. Semestinya, mereka yang menyumbang CSR untuk kepentingan pendidikan bangsa dan negara,” tutur guru SMK di Medan itu.
Fahriza menuturkan jika dibiarkan dikhawatirkan Kemendikbud akan terus menggelontorkan uang puluhan miliar untuk perusahaan-perusahaan. Dalam POP, ada dua organisasi yang menjadi sorotan, yakni Sampoerna dan Tanoto Foundation.
Di luar itu, FSGI menilai ada potensi ketidakefektifan pelaksanaan POP bagi guru-guru selama pandemi. Sebab, ada keterbatasan sarana dan ketergantungan kepada media internet.
Sedangkan, banyak daerah yang tidak ada jaringan internet, guru tidak memiliki gawai, dan hambatan-hambatan lainnya. Hal ini bisa dilihat dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang banyak mengalami hambatan. (Baca juga: Wow! Pemerintah Buru Harta Karun Batangan Emas di Dasar Laut)
“POP ini hanya mengejar keterserapan anggaran Kemendikbud semata, maka menggelontorkan uang yang sangat fantastis. Kemendikbud jangan menjadikan ketidakefektifan pelaksanaan POP nanti dengan alasan pandemi COVID-19,” pungkasnya.
Fahriza menuturkan jika dibiarkan dikhawatirkan Kemendikbud akan terus menggelontorkan uang puluhan miliar untuk perusahaan-perusahaan. Dalam POP, ada dua organisasi yang menjadi sorotan, yakni Sampoerna dan Tanoto Foundation.
Di luar itu, FSGI menilai ada potensi ketidakefektifan pelaksanaan POP bagi guru-guru selama pandemi. Sebab, ada keterbatasan sarana dan ketergantungan kepada media internet.
Sedangkan, banyak daerah yang tidak ada jaringan internet, guru tidak memiliki gawai, dan hambatan-hambatan lainnya. Hal ini bisa dilihat dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang banyak mengalami hambatan. (Baca juga: Wow! Pemerintah Buru Harta Karun Batangan Emas di Dasar Laut)
“POP ini hanya mengejar keterserapan anggaran Kemendikbud semata, maka menggelontorkan uang yang sangat fantastis. Kemendikbud jangan menjadikan ketidakefektifan pelaksanaan POP nanti dengan alasan pandemi COVID-19,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :