Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Jum'at, 16 Februari 2024 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Di pemilu tahun ini, Susilo Bambang Yudhoyono mampu meraih kemenangan pada periode keduanya dengan Boediono. Seiring berjalannya waktu, partai politik yang berpartisipasi kian sedikit.
Pada 2014, hanya ada 15 partai politik yang ikut dalam pemilu, 12 partai politik nasional dan 3 partai lokal Aceh.
Dalam pilpres, pasangan calon yang bertarung adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa melawan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hasilnya, Jokowi-Jusuf Kalla berhasil memenangkan pemilu dengan meraup 70 juta suara. Prabowo-Hatta Rajasa di posisi kedua dengan 62,5 juta suara.
Sementara dalam pemilu legislatif, PDI Perjuangan menduduki peringkat pertama dengan perolehan suara mencapai 18,95%, disusul oleh Golkar yang meraih 14,75%, dan Gerindra sebanyak 11,81%.
Selang lima tahun kemudian, yakni pada 17 April 2019, pemilu kembali digelar. Jokowi mengulang kesuksesannya dalam pilpres dan menjadi presiden untuk kedua kalinya, berdampingan dengan Ma'ruf Amin sebagai wakilnya. Pasangan tersebut meraih suara sebanyak 55,50%.
Di posisi kedua, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 44,50% suara. Sementara itu, PDIP juga kembali menduduki peringkat pertama dengan perolehan 19,33% suara. Diikuti oleh Gerindra (12,57% suara) dan Golkar (12,31% suara) di posisi kedua dan ketiga.
Pada Pemilu 2024, ada 24 partai politik yang menjadi peserta. Lalu ada tiga pasangan yang bertarung menjadi calon pemimpin selanjutnya, yaitu pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Pemilu 2024 serentak dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Dan proses penghitungan suara masih berproses untuk menentukan siapa pasangan yang akan diangkat secara resmi dan sah untuk menjadi presiden dan wakil presiden.
Pada 2014, hanya ada 15 partai politik yang ikut dalam pemilu, 12 partai politik nasional dan 3 partai lokal Aceh.
Dalam pilpres, pasangan calon yang bertarung adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa melawan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hasilnya, Jokowi-Jusuf Kalla berhasil memenangkan pemilu dengan meraup 70 juta suara. Prabowo-Hatta Rajasa di posisi kedua dengan 62,5 juta suara.
Sementara dalam pemilu legislatif, PDI Perjuangan menduduki peringkat pertama dengan perolehan suara mencapai 18,95%, disusul oleh Golkar yang meraih 14,75%, dan Gerindra sebanyak 11,81%.
Selang lima tahun kemudian, yakni pada 17 April 2019, pemilu kembali digelar. Jokowi mengulang kesuksesannya dalam pilpres dan menjadi presiden untuk kedua kalinya, berdampingan dengan Ma'ruf Amin sebagai wakilnya. Pasangan tersebut meraih suara sebanyak 55,50%.
Di posisi kedua, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 44,50% suara. Sementara itu, PDIP juga kembali menduduki peringkat pertama dengan perolehan 19,33% suara. Diikuti oleh Gerindra (12,57% suara) dan Golkar (12,31% suara) di posisi kedua dan ketiga.
Pada Pemilu 2024, ada 24 partai politik yang menjadi peserta. Lalu ada tiga pasangan yang bertarung menjadi calon pemimpin selanjutnya, yaitu pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Pemilu 2024 serentak dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Dan proses penghitungan suara masih berproses untuk menentukan siapa pasangan yang akan diangkat secara resmi dan sah untuk menjadi presiden dan wakil presiden.
(nnz)
Lihat Juga :