Wisuda, Universitas Pertamina Siapkan Lulusan dengan Skill Siap Kerja
Kamis, 27 Agustus 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, dunia hari ini sedang mengalami fenomena disrupsi (disruption) dan VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambigue). Pergerakan dunia industri dan persaingan kerja tidak lagi linear. Perubahan ini terjadi secara cepat dan menciptakan tatanan baru. Bahkan saat ini kita sudah terbiasa menggunakan kosa kata “New Normal” atau normal baru untuk menjelaskan kondisi hari ini. (Baca juga: 15 Perguruan Tinggi Masuk Klaster 1, Ini Harapan Kemendikbud )
Di era disrupsi dan VUCA seperti saat ini, perguruan tinggi dituntut untuk berkontribusi lebih besar dalam memberikan pelayanan publik melalui berbagai penelitian yang menghasilkan inovasi dan teknologi tepat guna sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Terdapat tiga persoalan yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini, yaitu: jumlah peneliti yang masih kurang, riset nasional yang belum fokus, dan pendanaan riset yang masih rendah.
Di tengah kondisi ini, World Economic Forum mengatakan bahwa setidaknya terdapat 10 keterampilan kerja yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk dapat menembus persaingan kerja.
Sepuluh keterampilan tersebut adalah pemecahan masalah yang rumit (complex problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kreativitas, manajemen manusia, koordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, orientasi layanan, negosiasi, dan cognitive flexibility. (Baca juga: Menristek: Pentingnya Kolaborasi Riset Ekonomi Berbasis Inovasi Teknologi )
Kreativitas yang pada tahun 2015 berada pada posisi 10, melesat ke posisi tiga teratas dalam deretan keterampilan kerja yang paling dibutuhkan pada tahun 2020, bersama dengan complex problem solving dan critical thinking. Ketiga keterampilan tersebut sangat diperlukan untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin tidak bisa diprediksi.
Di era disrupsi dan VUCA seperti saat ini, perguruan tinggi dituntut untuk berkontribusi lebih besar dalam memberikan pelayanan publik melalui berbagai penelitian yang menghasilkan inovasi dan teknologi tepat guna sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Terdapat tiga persoalan yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini, yaitu: jumlah peneliti yang masih kurang, riset nasional yang belum fokus, dan pendanaan riset yang masih rendah.
Di tengah kondisi ini, World Economic Forum mengatakan bahwa setidaknya terdapat 10 keterampilan kerja yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk dapat menembus persaingan kerja.
Sepuluh keterampilan tersebut adalah pemecahan masalah yang rumit (complex problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kreativitas, manajemen manusia, koordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, pengambilan keputusan, orientasi layanan, negosiasi, dan cognitive flexibility. (Baca juga: Menristek: Pentingnya Kolaborasi Riset Ekonomi Berbasis Inovasi Teknologi )
Kreativitas yang pada tahun 2015 berada pada posisi 10, melesat ke posisi tiga teratas dalam deretan keterampilan kerja yang paling dibutuhkan pada tahun 2020, bersama dengan complex problem solving dan critical thinking. Ketiga keterampilan tersebut sangat diperlukan untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin tidak bisa diprediksi.
(mpw)
Lihat Juga :