Komisi X DPR Ingatkan tentang Pentingnya Peta Jalan Pendidikan Nasional

Rabu, 18 November 2020 - 18:07 WIB
loading...
Komisi X DPR Ingatkan...
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi X DPR memandang pentingnya peta jalan pendidikan nasional sebagai dasar kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan berbagai isu pendidikan.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, Kemendikbud telah menyerahkan konsep peta jalan pendidikan 2020-2035 kepada Komisi X Juli lalu. Namun, katanya, Komisi X masih memberikan catatan atas konsep tersebut. Catatan pertama, ujar Huda, Komisi X merasa peta jalan pendidikan sebagai dokumen negara yang akan menjadi dasar kebijakan pendidikan sampai tahun 2035 belum dilengkapi dengan dasar hukum kajian dalam bentuk naskah akademik. (Baca juga: Pemerintah Segera Cairkan Subsidi Gaji Guru Honorer, Ini Perinciannya )

"Jadi sampai hari ini Komisi 10 belum mendapatkan naskah akademik dari peta jalan yang sudah dibikin oleh Kemendibud," katanya pada rapat Panja Peta Jalan Pendidikan melalui siaran streaming, Rabu (18/11).

Huda menyampaikan, catatan kedua terkait dengan platform digital pendidikan sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang ada dalam peta Jalan Pendidikan belum mencerminkan dari keragaman kebutuhan daerah. Baik dari sisi kurikulum, kualitas pendidikan dan pengelolaan di satuan pendidikan.

Selain itu, peta jalan pendidikan nasional juga belum memasukkan pelayanan penyandang disabilitas. Bahkan, katanya, konsep peta jalan pun belum membahas skema penyelesaian masalah guru non PNS atau guru honorer. Dia juga menuturkan, skema layanan non diskriminasi lembaga pendidikan negeri dan swasta dan skema anggaran fungsi pendidikan juga belum dibahas. (Baca juga: Juknis Diteken, Subsidi Gaji GTK Madrasah dan PAI Segera Cair )

"Utamanya anggaran pemenuhan 20 % dari APBN maupun APBD serta memastikan realisasi anggaran dipastikan untuk sepenuhnya fungsi pendidikan," ujarnya.

Politikus PKB ini meneruskan, catatan keempat terkait dengan belum dipetakannya transformasi lembaga pendidik dan tenaga kependidikan (LPTK) di Indonesia. Padahal transformasi LPTK in harus dibahas serius dalam peta jalan pendidikan. Mengenai tranformasi LPTK ini, aku Huda, sudah berkali-kali disampaikan dalam berbagai forum.

Catatan terakhir, dia menyampaikan bahwa karakteristik dan kompetensi pelajar Pancasila yang dibentuk dalam peta jalan pendidikan dianggap masih perlu disempurnakan. Antara lain dengan menambah substansi atau nilai kejujuran, penguatan demokrasi, nasionalisme, cinta tanah air dan toleransi. Selain itu juga perlu dimasukkan tentang pola pembelajaran dari satuan pendidikan serta keterlibatan orang tua. (Baca juga: Cerita Sedih Guru Honorer, Hidup di Kota Besar hanya Bergaji Rp1 Juta Per Bulan )

Huda menjelaskan, dari berbagai masukan sejak masa sidang 1 hingga 2 tercetus juga catatan menarik tentang kenapa harus ada peta jalan pendidikan nasional ini. Seperti isu-isu yang masih relevan adalah masih terjadi tumpang tindih tata kelola pendidikan baik di tingkat pusat dan daerah.

"Yang kedua belum meratanya kualitas pendidikan. Khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana berikut juga terkait dengan mutu pendidikan kita," ungkapnya.

Huda menerangkan pentingnya peta jalan pendidikan ini karena untuk menyentuh isu terkait dengan kesejahteraan dan sumber daya pendidik. Baik itu guru dan dosen yang masih butuh afirmasi dari pihak pemerintah. Selanjutnya juga terkait inkonsistensi kurikulum yang masih juga mewarnai dunia pendidikan kita.

"Yang kelima tentu kami masih mengidentifikasi masih lemahnya pengelolaan anggaran penididikan kita," ujarnya.

Huda juga menyampaikan bahwa Presiden Jokowi dalam Ratas Juni lalu mengingatkan bahwa peta jalan pendidikan nasional harus mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di seluruh belahan dunia. Mulai dari disrupsi teknologi dan berdampak kepada sektor penerapan otomatisasi, artifisial intelijen, big data internet of thing dan lain sebagainya.

Termasuk juga Presiden mengingatkan bahwa kebijakan pendidikan di dalam peta jalan pendidikan harus mengantisipasi perubahan demografis, profil sosial ekonomi dari populasi yang termasuk didalamnya perubahan dalam pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel. Selain itu juga terkait perubahan lingkungan hingga perubahan struktural yang sangat cepat akibat Pandemi Covid-19.

"Di dalamnya terkait dengan pembelajaran jarak jauh, percepatan digitalisasi maupun terkait dengan semakin melemahnya ekonomi kita yang dirasakan oleh masyarakat,"pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Presiden Prabowo Instruksikan...
Presiden Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis, DPR: Ada Tidak Sumber Dayanya?
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Rekomendasi
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Berita Terkini
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
SPMB Lampung 2026 Resmi...
SPMB Lampung 2026 Resmi Dibuka, Cek Jalur, Kuota, dan Link Pendaftarannya
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved