Manfaatkan Bakteri, Profesor ITS Kurangi Risiko Penggunaan Lahan Gambut
Rabu, 21 April 2021 - 02:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Singkirkan 20 Negara, Mahasiswa UNAIR Raih Emas di Kompetisi Internasional
“Setelah melewati uji biokimia, metabolisme, fisiologi, dan PCR gen 16S rRNA, bakteri gambut teridentifikasi sebagai Pseudomonas taiwanensis U3-MT373534 dan B. cereus U4-MT373535,” terang Enny yang menuangkan penelitiannya ini dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai gubes ITS pada 31 Maret lalu.
Enny menambahkan, bakteri gambut umumnya bersifat lignoselulolitik dan dapat mendegradasi lignin dan selulosa secara enzimatik. Proses dekomposisi serat gambut oleh bakteri dapat dibuktikan dari perubahan struktur gugus kimia fungsionalnya yang menjadi lebih sederhana dengan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR).
Bakteri gambut tersebut, lanjutnya, mampu mendekomposisi serat gambut lebih dari 80 persen. Bakteri yang disebut-sebut sebagai bakteri unggul itu juga dapat dilepas kembali ke lahan gambut agar dapat berkembang biak.
Baca juga: Tertarik Ingin Masuk STAN, Ini Info Lengkapnya
“Hal tersebut dilakukan agar ketika gambut yang berfungsi sebagai sumber nutrisi sudah habis, bakteri dapat beralih ke gambut di sekitarnya untuk mencukupi nutrisi,” paparnya.
“Setelah melewati uji biokimia, metabolisme, fisiologi, dan PCR gen 16S rRNA, bakteri gambut teridentifikasi sebagai Pseudomonas taiwanensis U3-MT373534 dan B. cereus U4-MT373535,” terang Enny yang menuangkan penelitiannya ini dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai gubes ITS pada 31 Maret lalu.
Enny menambahkan, bakteri gambut umumnya bersifat lignoselulolitik dan dapat mendegradasi lignin dan selulosa secara enzimatik. Proses dekomposisi serat gambut oleh bakteri dapat dibuktikan dari perubahan struktur gugus kimia fungsionalnya yang menjadi lebih sederhana dengan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR).
Bakteri gambut tersebut, lanjutnya, mampu mendekomposisi serat gambut lebih dari 80 persen. Bakteri yang disebut-sebut sebagai bakteri unggul itu juga dapat dilepas kembali ke lahan gambut agar dapat berkembang biak.
Baca juga: Tertarik Ingin Masuk STAN, Ini Info Lengkapnya
“Hal tersebut dilakukan agar ketika gambut yang berfungsi sebagai sumber nutrisi sudah habis, bakteri dapat beralih ke gambut di sekitarnya untuk mencukupi nutrisi,” paparnya.
Lihat Juga :