Ornamen Header
Pandemi Belum Mereda, Blended Learning Dianggap Metode Pembelajaran Terbaik
Pandemi Belum Mereda, Blended Learning Dianggap Metode Pembelajaran Terbaik
Seorang siswa Sekolah Dasar Al Azhar Depok, Yusuf Arkananta Purwadi tengah mengikuti pembelajaran jarak jauh di rumahnya. Foto/Dok/SINDOnews
BANDUNG - Di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang belum mereda, sistem pembelajaran dengan menggunakan metode blended learning masih dianggap sebagai pilihan terbaik bagi anak-anak.

Hal yang perlu diingat, sistem pembelajaran blended learning yakni bukan berarti para siswa hanya belajar secara dalam jaringan (daring) atau online saja, namun juga digabungkan dengan sistem tatap muka.

Baca juga: Mendikbudristek:Kemampuan Berpikir Kritis Anak Mulai Dilatih di Keluarga

"Di masa pandemi ini, banyak yang menawarkan pembelajaran dengan menggunakan teknologi sebagai media ajar, tetapi tidak banyak yang mengintegrasikan antara teknologi dengan pedagogi atau metode ajar yang baik," ujar Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM), Laksmi Mayesti dalam keterangan resminya, Jumat (16/7/2021).

Menurut Laksmi, sistem blended learning sendiri telah dianut oleh SMM sejak sebelum pandemi menghantam Indonesia dengan menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka langsung.

Laksmi mengatakan, melalui metode pembelajaran blended learning, setiap pengajar di SMM didorong untuk selalu mengembangkan kreativitasnya, agar anak-anak atau peserta didik dapat berinteraksi secara terbuka baik kepada guru maupun teman-temannya.



Baca juga: Mendikbudristek Nadiem akan Tingkatkan Riset di Kalangan Mahasiswa

Interaksi yang terbuka tersebut, menurutnya, juga akan menjadi benefit bagi orang tua peserta didik ataupun mereka yang akan mendaftarkan anaknya di SMM pada tahun ajaran 2021.

"Sehingga, orang tua bisa mengetahui perkembangan anaknya dengan terlibat secara langsung tanpa harus merasa terbebani karena seolah-olah sistem pembelajaran daring cenderung hanya memberatkan orang tua dan anak-anak," jelasnya.
halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!