Pandemi Belum Mereda, Blended Learning Dianggap Metode Pembelajaran Terbaik

Jum'at, 16 Juli 2021 - 21:02 WIB
loading...
A A A
Hingga saat ini, murid-murid SMM tersebar mulai dari Aceh hingga Papua. Bahkan, agar akses untuk masyarakat semakin luas, pada tahun ajar 2021, SMM akan menginisiasi pembukaan lokasi pembelajaran luar jaringan (offline) di delapan kota, yaitu Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Depok, Bogor, Bekasi, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

"Kami membuka periode pendaftaran sampai 21 Juli untuk semua tingkatan, mulai dari PAUD hingga SMA kelas 12. Namun, masyarakat tetap bisa mengikuti pendaftaran dan ikut kelas setelah tanggal 21 Juli," kata Laksmi.

Mella, salah satu orang tua siswa SMM mengakui, metode pembelajaran blended learning yang diterapkan cukup membantu anaknya dalam mengembangkan passion skill-nya yang lain, yaitu coding.

Di samping itu, fleksibilitas dari SMM juga membuat anaknya mampu memiliki life skill untuk bertanggung jawab atas jam belajar yang dipilih.

"Terbukti, karena anak saya memilih jam belajar yang dia inginkan, dia tidak ada keterpaksaan untuk sekolah dan bahkan semenjak di SMM sudah sedikit sekali intervensi saya sebagai orang tua untuk menyuruh anak saya sekolah karena dia menjadi mandiri," kata Mella.

Mella melanjutkan, meskipun mata pelajaran yang diajarkan di SMM lebih sedikit dibandingkan dengan sekolah lainnya, namun tidak serta-merta malah menurunkan kualitas yang diberikan.

Menurutnya, anak-anak bukanlah robot yang harus menyerap semua pelajaran yang belum tentu dapat diserap mereka dan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

"Bagi saya, sekolah harus menyesuaikan kebutuhan anak, knowledge anak, tapi harus sesuai usia, kompetensi, dan manfaatnya. Kalau di SMM seperti ada social project," katanya.
(mpw)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1474 seconds (10.55#12.26)