Ornamen Header
Puan Ajak Generasi Muda Penerus Bangsa Tak Melupakan Sejarah
Puan Ajak Generasi Muda Penerus Bangsa Tak Melupakan Sejarah
Ketua DPR Puan Maharani. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan bahwa menghargai sejarah turut pula menjadi cara berterima kasih pada perjuangan para pahlawan yang telah berjuang di masa lalu. Pasalnya, Indonesia yang telah berusia 76 tahun merupakan negara besar yang menempuh perjuangan teramat panjang dalam merebut kemerdekaan. Nilai-nilai perjuangan ini yang harus selalu diingat dalam menjaga kedaulatan negeri.

"Prinsip jas merah utamanya harus dimiliki oleh generasi muda penerus perjuangan bangsa. Jangan sampai anak-anak mudah malah melupakan sejarah dan tidak memahami identitas bangsanya sendiri," kata Puan Maharani dalam keterangannya.

Baca juga: Narasi Pancasila Harus Mengakar Kuat dari Bangku SD hingga Perguruan Tinggi

Dia mengatakan, identitas bangsa dibangun dari sejarah panjang dan harus terus dipertahankan dalam perjalanannya. Maka, anak muda sepatutnya memiliki pemahaman tinggi akan sejarah Tanah Air. Pembelajaran di sekolah saja tidak cukup, harus tetap menambah pengetahuan yang lebih kuat.



Sejarah, lanjut Puan, juga bisa menjadi pedoman hidup bagi seseorang secara pribadi. "Pembelajaran sejarah ini dapat kita ambil hikmahnya untuk kehidupan kita sendiri. Bagaimana kita belajar dari Bapak Bangsa kita atau pahlawan Indonesia tentang bagaimana memberikan sumbangsih untuk negara ini atau menjadi manfaat bagi orang lain," ujar Ketua DPR perempuan pertama di Indonesia tersebut.

Sejarah Indonesia juga memelihara keragaman serta kedamaian Indonesia. “Dari sejarah, kita belajar bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh dari perjuangan seluruh masyarakat negeri ini dari semua suku, adat, agama, dan kepercayaan. Maka, menjaga perdamaian dalam keberagaman merupakan hal yang harus kita kedepankan. Karena ya itulah Indonesia,” ujar Alumnus UI itu.

Baca juga: Biografi Ki Hajar Dewantara: Diasingkan ke Belanda, Tanggal Lahirnya Diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional

“Kita terus berpegang teguh pada sejarah sebagai pembelajaran dan untuk memetakan perkembangan bangsa. Mari terus gaungkan semangat jas merah dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Puan.

Senada juga diungkapkan Direktur Pusat Studi Pemikiran Pancasila (PSPP) Syaiful Arif. Dia menilai sumbangan terbesar Bungkarno terhadap bangsa Indonesia adalah kemerdekaan dari penjajahan Jepang. Soekarno-Hatta merupakan 2 tokoh yang mampu melakukan lobi-lobi politik terhadap pemerintah kolonial Jepang sehingga bangsa Indonesia bisa merdeka.
halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!