Pakar IPB: Ingat, Ini Bahayanya Jika Ibu Hamil Kekurangan Air Mineral

Selasa, 28 Desember 2021 - 07:39 WIB
loading...
Pakar IPB: Ingat, Ini...
Ibu hamil tidak boleh kekurangan mengonsumsi air mineral. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Sumber daya manusia ( SDM ) yang berkualitas adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. Generasi muda inilah yang akan melanjutkan pembangunan bangsa.

Untuk menghasilkan generasi muda yang sehat perlu dipersiapkan sejak masih dalam kandungan ibu. Dengan demikian, bayi yang dilahirkan memiliki kondisi sehat dan memiliki kapasitas yang baik.

Baca juga: Beasiswa S1-S2 Brunei Darussalam 2022, Gratis Biaya Kuliah dan Tunjangan

Profesor Hardinsyah, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University mengungkapkan bahwa di Indonesia banyak terjadi gangguan kekurangan gizi yang dialami oleh ibu hamil. Salah satu penyebabnya adalah kekurangan minum air.

“Faktaknya, dua dari lima wanita hamil di Indonesia kekurangan air. Lalu satu dari dua ibu yang menyusi ternyata mengalami kekurangan cairan," jelas Prof Hardinsyah dalam keterangannya, Senin (27/12/2021).

Ia melanjutkan, kebutuhan air untuk wanita hamil berkisar antara 2000 cc hingga 2500 cc. Kebutuhan ini setara dengan delapan gelas per hari. Sayangnya, kebutuhan ini masih banyak belum terpenuhi.

Baca juga: 5 Beasiswa Luar Negeri Paling Diminati Pelajar Indonesia dan Dunia

Dosen IPB University itu menjelaskan bahwa wanita hamil akan mengalami peningkatan volume darah. Sehingga dalam kondisi hamil ibu membutuhkan banyak air. Kebutuhan untuk janin dan air ketuban sebanyak 1500 cc. Sedangkan untuk fungsi plasenta paling sedikit adalah 500 cc.

Menurutnya, kekurangan ciaran berbahaya bagi ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Hal ini karena susunan tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air.

Saat kekurangan air, katanya, konsekuensinya pada saat bayi dilahirkan bisa terpengaruh baik secara fisik dan fungsi otak. Misalnya ukuran dan berat tubuh di bawah normal.

Hal ini sejalan dengan pemateri kedua yaitu, Profesor Budi Iman Santoso, dokter ahli kandungan dan kehamilan dari Universitas Indonesia. Ia menerangkan tentang pentingnya air bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Ia mencontohkan, salah satu penyakit yang terjadi karena kekurangan air adalah oligohidramnion.

“Oligohidramnion adalah salah satu masalah kehamilan yang ditandai dengan jumlah air ketuban yang terlalu sedikit. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan resiko gangguan kehamilan, misalnya kelahiran prematur,” ungkap Prof Budi.

Selain memenuhi kebutuhan air, disarankan untuk rajin melakukan cek kehamilan. Sangat dianjurkan minimal enam kali pengecekan selama masa kehamilan hingga melahirkan.

"Kelainan biasanya terjadi pada trimester ketiga akhir kelahiran. Ibu harus waspada bahaya jika terjadi gangguan kesehatanyang lain, terutama sat melahirkan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko bagi ibu saat melahirkan," tambah Prof Budi.

Ia juga menambahkan bahwa kehamilan menyebabkan stres bagi ibu. Hal ini terjadi karena perubahan bentuk tubuh dan reaksi tubuh. Biasanya tekanan terutama terjadi pada saat menjelang proses melahirkan. Kekhawatiran ibu ini perlu tangung jawab suami dan lingkungan untuk memberikan dukungan.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Rekomendasi
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Berita Terkini
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Cara Mudah Cek Kelulusan...
Cara Mudah Cek Kelulusan UM PTKIN 2026 yang Diumumkan Sore Ini
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Infografis
Israel Bunuh Ibu dan...
Israel Bunuh Ibu dan Anak di Gereja, Paus Fransiskus: Ini Terorisme
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved