6 Fakta Sejarah Menarik Di Balik Proses Perumusan Naskah Proklamasi

Selasa, 16 Agustus 2022 - 16:21 WIB
loading...
6 Fakta Sejarah Menarik Di Balik Proses Perumusan Naskah Proklamasi
Pengunjung melihat koleksi sejarah di Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jakarta. Foto/Dok SINDOnews/Eko Purwanto.
A A A
JAKARTA - Proses perumusan naskah Proklamasi menjadi peristiwa penting bersejarah yang mengantarkan bangsa Indonesia dalam menggapai kemerdekaan. Peran penting banyak pihak dalam proses itu turut mengantarkan kemerdekaan bagi bangsa di momen tersebut.

Rabu, 17 Agustus 2022, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun ke-77 Republik Indonesia. Tema peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI 2022 adalah Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.

Menyambut momen bersejarah ini, berikut enam fakta sejarah dalam peristiwa perumusan naskah Proklamasi yang perlu diketahui untuk menambah wawasan, dikutip dari laman Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek.

Baca juga: Sayuti Melik, Naskah Proklamasi, dan Mesin Tik Komandan Angkatan Laut Jerman

1. Peran Ahmad Soebardjo

Setelah Soekarno-Hatta disandera oleh kaum muda ke Rengasdengklok, Ahmad Soebardjo datang dan berusaha membujuk para pemuda untuk melepaskan dwitunggal. Akhirnya mereka bersedia dengan jaminan oleh Soebardjo bahwa Proklamasi akan terjadi esok hari. Ahmad Soebardjo juga berperan membantu Soekarno – Hatta merumuskan naskah Proklamasi.

2. Peran Laksamana Maeda

Dari Rengasdengklok, rombongan bertolak ke Jakarta, menuju rumah seorang perwira Jepang bernama Laksamana Tadashi Maeda di Meiji Dori No. 1 untuk membahas masalah tersebut. Setibanya di sana, tuan rumah menjelaskan permasalahan dan informasi yang sebenarnya terjadi. Maeda lalu mempersilakan ketiga tokoh menemui Gunseikan (Kepala Pemerintahan Militer) Jenderal Moichiro Yamamoto untuk membahas upaya tindak lanjut yang akan dilakukan. Namun Jenderal Nishimura yang mewakili Gunseikan menentang rencana mereka. Akhirnya Soekarno, Hatta, dan rombongan kembali ke rumah Maeda dan membuat naskah Proklamasi di rumah Maeda.

3. Mesin Ketik

Mesin ketik yang digunakan Sayuti Melik merupakan mesin ketik buatan Jerman, pinjaman dari Kolonel Kandeler komandan Angkatan Laut Jerman (Kriegsmarine) yang berkantor di Gedung KPM (sekarang Pertamina) di Koningsplein (Medan Merdeka Timur). Saat itu di rumah Laksamana Tadashi Maeda hanya tersedia mesin ketik dengan huruf kanji. Satsuki Mishima seorang sekretaris urusan rumah tangga di rumah Maeda kemudian berinisiatif meminjam mesin ketik tersebut
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1365 seconds (10.177#12.26)