Seperti Ini Perbedaan Rapor Sekolah Indonesia dengan Finlandia dan 3 Negara Lain

Senin, 03 Oktober 2022 - 16:33 WIB
loading...
Seperti Ini Perbedaan Rapor Sekolah Indonesia dengan Finlandia dan 3 Negara Lain
Perbedaan rapor sekolah di Indonesia dengan di Finlaindia dan tiga negara lainnya. Foto/Dok/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Di Indonesia rapor dibagikan kepada para siswa setiap akhir semester. Tidak hanya siswa namun juga orang tua bisa mengetahui sejauh mana hasil belajar anaknya selama satu semester di sekolah melalui rapor tersebut.

Rapor biasanya dibagikan secara langsung oleh masing-masing wali kelas kepada orang tua atau wali murid di sekolah.Wali kelasbisa berbincang langsung untuk menyampaikan perkembangan sang anak kepada orang tuanya dan juga memberikan saran terbaik agar peserta didik bisa mengikuti pembelajaran dengan lebih baik lagi.

Lalu, bagaimana pembagian rapor dan juga isinya antara sekolah di Indonesia dengan negara lain? Dikutip dari laman Ruangguru, berikut ini perbedaan rapor yang diterima anak-anak di negara Finlandia, Jepang, Australia, dan juga Korea Selatan.

Baca juga: Seleksi PPPK Guru Pelamar Umum, Catat Materi dan Jumlah Soal yang Diujikan

1. Finlandia

Sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, Finlandia tidak membeda-bedakan kemampuan setiap anak. Negara yang terletak di ujung Benua Eropa ini memiliki suasana belajar yang sangatlah santai. Setiap anak memiliki kesempatan mengembangkan dirinya secara maksimal.

Tak jarang, guru akan memberikan soal ujian yang tingkat kesulitannya berbeda untuk masing-masing anak, mengikuti kemampuan anak tersebut. Finlandia tidak memiliki sistem peringkat atau siapa yang menjadi siswa unggulan, karena sistem pendidikan di negara tersebut bukanlah untuk kompetisi tetapi berkolaborasi secara bersama-sama.

Seperti halnya Indonesia, Finlandia juga membagikan rapor setiap akhir semester. Orang tua akan menemani anak mengambil rapor. Rapor yang dibagikan akan berisi penilaian individu tiap anak secara spesifik. Penilaian tersebut diberikan oleh guru, sebab gurulah yang paling memahami kemampuan anak di dalam kelas. Sementara nilai dalam mata pelajaran hanya berisi keterangan apakah si anak lulus atau tidak lulus.

2. Jepang

Kalau siswa-siswi di Indonesia menerima rapor setiap enam bulan sekali di akhir semester, maka anak-anak di Jepang menerima rapor per catur wulan atau empat bulan sekali. Jadi, mereka menerima rapor sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Wah, dua kali dalam setahun saja sudah cukup tegang, bagaimana anak-anak di Jepang ya?
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1116 seconds (10.177#12.26)