Para Pakar Sebut Masih Banyak Masyarakat Belum Mengenal Umbi Garut, Ini Manfaatnya

Kamis, 06 Oktober 2022 - 21:54 WIB
loading...
Para Pakar Sebut Masih Banyak Masyarakat Belum Mengenal Umbi Garut, Ini Manfaatnya
Banyak masyarakat yang belum mengenal umbi garut yang berfungsi untuk kesehatan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) Retno Sri Endah Lestari mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengenal umbi garut . Retno menuturkan, umbi garut sangat aman dan baik dikonsumsi secara luas oleh masyarakat Indonesia.

Tepung garut mengandung karbohidrat sebanyak 25% hingga 30%, dan sisanya berupa protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1 serta vitamin C. "Indeks glikemiknya sangat rendah, sehingga tidak akan mempengaruhi kadar gula dalam darah. Bahkan lebih rendah dari beras, terigu, kentang, dan jenis umbi lain," kata Retno, Kamis (6/9/2022).

Baca juga: 10 Kampus dengan Jurusan Akuntansi Terbaik di Indonesia Versi THE 2022

Tepung garut dari sisi kesehatan bisa melancarkan pencernaan, mengatasi diare, menyembuhkan luka, dan mengobati keracunan. Selain itu, baik untuk penderita diabetes dan penyandang autis.

Tepung garut lebih unggul dibandingkan tepung lain. Karena, kata Retno, tepung garut kandungan proteinnya sangat tinggi dan bebas gluten, sehingga aman untuk penderita seliak (alergi gluten), juga memiliki kandungan folat tinggi, sehingga baik untuk ibu hamil.

Tepung garut juga bisa diolah untuk bahan baku kosmetik, yaitu sebagai bahan pembawa sediaan masker karena bersifat pengental. Tak hanya itu, tepung garut juga sebagai bahan pembuat bedak, dan bahan pembuat sabun.

Baca juga: Siswa Mau Jajal Kuliah di UI dengan Pre-U? Begini Caranya

"Tepung garut sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sabun karena memiliki kandungan yang dapat membersihkan," ujar dosen Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Sasanti Tarini.

Umbi garut memiliki nilai ekonomi lebih tinggi bila diolah menjadi tepung atau pati. Umbi garut yang diolah menjadi tepung atau pati harganya bisa Rp40.000 per kilogram.

"Kalau dijual dalam bentuk umbi harganya hanya Rp3.000 per kilogram," kata Koordinator Ubi Kayu dan Aneka Umbi Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Cornelia.

Cornelia mengungkapkan bahwa umbi garut merupakan pangan lokal yang berpotensi sebagai pangan alternatif. Umbi garut perlu dilestarikan guna mendukung ketahanan pangan.

Tanaman garut (Maranta arundinacea L) sering disebut irut atau patat. "Penggunaannya luas dari pangan, pakan hingga industri karena mengandung karbohidrat sangat banyak," kata Cornelia.
(mpw)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1909 seconds (11.210#12.26)