Pendaftar Kampus Mengajar Angkatan 6 Pecahkan Rekor

Jum'at, 09 Juni 2023 - 14:37 WIB
loading...
Pendaftar Kampus Mengajar...
Pendaftaran Kampus Mengajar Angkatan 6 memecahkan rekor angkatan dengan jumlah pendaftar terbanyak. Foto/Kemendikbudristek.
A A A
JAKARTA - Pendaftaran Program Kampus Mengajar Angkatan 6 resmi ditutup. Sebanyak 43.366 mahasiswa tercatat melakukan pendaftaran, memecahkan rekor angkatan dengan jumlah pendaftar terbanyak.

Program ini juga menerima 13.019 pendaftar untuk posisi Dosen Pembimbing Lapangan serta 393 pendaftar untuk Koordinator Perguruan Tinggi.

Kepala Program Kampus Mengajar dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Asri Aldila Putri mengaku bahagia melihat semangat serta antusiasme mahasiswa yang ingin mengabdikan diri mereka bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Saya yakin tingginya minat mahasiswa untuk mengikuti program ini tidak terlepas dari cerita-cerita baik yang telah ditorehkan peserta Kampus Mengajar di angkatan-angkatan sebelumnya,” katanya, dikutip dari laman Kemendikbudristek, Jumat (9/6/2023).

Baca juga: Calon Mahasiswa, Ini Tips dari Dirjen Dikti agar Terhindar dari Kampus Nakal

Program Kampus Mengajar diselenggarakan untuk pertama kalinya pada tahun 2020 dengan angkatan perintis, sebagai salah satu implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sejak awal diluncurkan hingga angkatan kelima, lebih dari 91 ribu mahasiswa telah ditugaskan ke lebih dari 21 ribu Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), di mana mereka berkontribusi pada pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.

Pendaftar Program Kampus Mengajar Angkatan 6 berasal dari 853 perguruan tinggi yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Dari total 43 ribu pendaftar, 1.071 di antaranya merupakan mahasiswa program D3 dan D4 dari Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV).

Dilihat dari sebaran perguruan tinggi asal mahasiswa, Universitas Negeri Makassar menjadi perguruan tinggi dengan mahasiswa pendaftar terbanyak, dengan jumlah 2.372.

Disusul setelahnya, Universitas Pendidikan Indonesia dengan 1.982 mahasiswa, dan Universitas Negeri Semarang dengan 1.035 mahasiswa yang resmi terdaftar sebagai calon peserta.

Latar belakang program studi para mahasiswa pun cukup beragam, tidak terbatas pada mahasiswa dari klaster pendidikan.

Baca juga: Izin PTS Bermasalah Dicabut, Dirjen Dikti Ungkap Pelanggaran Fatalnya

“Kami percaya para mahasiswa, apa pun latar belakang program studi mereka, bisa banyak memberikan kontribusi di sekolah-sekolah sasaran berbekal ilmu pengetahuan yang mereka peroleh di kampus ditambah materi-materi yang kami berikan pada saat pembekalan,” kata Asri.

Para pendaftar nantinya akan mengikuti serangkaian proses seleksi, untuk memilih peserta terbaik yang akan ditugaskan menjadi mitra guru di sekolah sasaran. Untuk angkatan keenam ini, Program Kampus Mengajar menyasar sekolah pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Selama bertugas di sekolah sasaran, peran yang akan dijalankan mahasiswa di antaranya membantu guru dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah, khususnya dalam pembelajaran literasi dan numerasi.

Kemudian membantu sekolah melaksanakan adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran, serta mendukung kepala sekolah dalam bidang administrasi dan manajerial sekolah yang berkaitan dengan program.

Sebelum penugasan, peserta terpilih lebih dulu akan memperoleh pembekalan terkait berbagai materi penting yang dapat diterapkan selama penugasan.

“Sekolah sasaran yang menjadi lokasi penempatan peserta Kampus Mengajar adalah sekolah yang memang memerlukan asistensi, khususnya dalam peningkatan literasi dan numerasi," katanya.

"Harapannya kehadiran mahasiswa bisa memantik semangat belajar para siswa, sekaligus menginspirasi mereka untuk dapat menuntut ilmu setinggi-tingginya,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Universitas Darunnajah...
Universitas Darunnajah Buka Program MBKM Santri Mengabdi
MBKM Mandiri di Garut...
MBKM Mandiri di Garut Dukung OVOP Desa Sukamukti Menuju Pasar Global
SKB CPNS Kemendikbudristek...
SKB CPNS Kemendikbudristek 2024, Cek Rangkaian Tes dan Bobot Penilaiannya
3 Inisitif Pemda dan...
3 Inisitif Pemda dan Sekolah untuk Mendukung Pendidikan Literasi Finansial
Kritisi Merdeka Belajar...
Kritisi Merdeka Belajar 4 dan 5, FSGI: Terminologi Penggerak Berdampak Negatif ke Guru
26 Episode Merdeka Belajar...
26 Episode Merdeka Belajar Era Nadiem Makarim, Akankah Dilanjutkan oleh Menteri Baru?
Nadiem Berharap Divonis...
Nadiem Berharap Divonis Bebas Murni di Kasus Chromebook
Respons Pleidoi Nadiem,...
Respons Pleidoi Nadiem, Jaksa: Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan
Aktivis hingga Eks Pimpinan...
Aktivis hingga Eks Pimpinan KPK Serahkan Amicus Curiae Perkara Korupsi Chromebook
Rekomendasi
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Pakai Rompi Oranye usai Ditetapkan Tersangka
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved