Pembelajaran Tatap Muka, Dewan Minta Pemprov Jateng Tak Gegabah
Minggu, 02 Agustus 2020 - 20:56 WIB
loading...
Rindu sekolah di tengah masa pendemi COVID-19, sejumlah siswa SD di Ciamis, Jawa Barat, melakukan kegiatan belajar mengajar . Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Kalangan DPRD Jateng meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tak gegabah. Hal itu berkaitan dengan rencana pembelajaran tatap muka bagi siswa di sekolah di tengah pandemi COVID-19.
Anggota DPRD Jateng Fraksi Gerindra, Yudi Indras Wiendarto mengatakan, jika benar direalisasikan, kebijakan itu dinilai sangat membahayakan siswa. Apalagi saat ini angka kasus COVID-19 di Jawa Tengah masih terus naik. (Baca juga: Jangan Terburu Buka Sekolah, Kurikulum Adaptif Harus Disiapkan )
“Jika kemarin-kemarin sewaktu jumlah kasus masih sedikit, KBM (kegiatan belajar mengajar) dibuat daring, eh saat ini ketika kasus melonjak justru akan dibuat tatap muka. Saya kira tidak pas,” tegas Yudi, Minggu (2/7/2020).
Menurutnya, COVID-19 tak hanya rentan pada orang dengan usia tua atau yang sudah punya penyakit bawaaan. Namun juga rentan menyerang anak-anak. Justru anak-anak bisa menjadi orang tanpa gejala dan menularkan COVID-19 pada orang di lingkungannya. (Baca juga: Komisi X DPR Minta Pendataan PJJ Mewakili Seluruh Kelompok Masyarakat )
“Pembelajaran daring memang tak efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka antara guru dan murid. Namun, pembelajaran tatap muka dinilai membahayakan kesehatan siswa. Pembelajaran tatap muka bisa saja dilakukan dengan catatan angka kasus COVID-19 menurun atau setidaknya tak mengalami lonjakan,” jelas Wakil Ketua DPD Partai Gerindra ini.
Anggota DPRD Jateng Fraksi Gerindra, Yudi Indras Wiendarto mengatakan, jika benar direalisasikan, kebijakan itu dinilai sangat membahayakan siswa. Apalagi saat ini angka kasus COVID-19 di Jawa Tengah masih terus naik. (Baca juga: Jangan Terburu Buka Sekolah, Kurikulum Adaptif Harus Disiapkan )
“Jika kemarin-kemarin sewaktu jumlah kasus masih sedikit, KBM (kegiatan belajar mengajar) dibuat daring, eh saat ini ketika kasus melonjak justru akan dibuat tatap muka. Saya kira tidak pas,” tegas Yudi, Minggu (2/7/2020).
Menurutnya, COVID-19 tak hanya rentan pada orang dengan usia tua atau yang sudah punya penyakit bawaaan. Namun juga rentan menyerang anak-anak. Justru anak-anak bisa menjadi orang tanpa gejala dan menularkan COVID-19 pada orang di lingkungannya. (Baca juga: Komisi X DPR Minta Pendataan PJJ Mewakili Seluruh Kelompok Masyarakat )
“Pembelajaran daring memang tak efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka antara guru dan murid. Namun, pembelajaran tatap muka dinilai membahayakan kesehatan siswa. Pembelajaran tatap muka bisa saja dilakukan dengan catatan angka kasus COVID-19 menurun atau setidaknya tak mengalami lonjakan,” jelas Wakil Ketua DPD Partai Gerindra ini.
Lihat Juga :