Hakteknas, PKS Nilai Pemerintah Kurang Serius Tangani Riset dan Inovasi

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:29 WIB
loading...
Hakteknas, PKS Nilai...
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto menilai peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional harus dijadikan pemacu dan pemicu lahirnya hasil riset dan inovasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) diperingati setiap 10 Agustus. Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto menilai peringatan itu harus dijadikan pemacu dan pemicu lahirnya hasil riset dan inovasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.

Dia berharap, Hakteknas dapat menjadi momentum evaluasi terhadap pencapaian riset dan inovasi nasional. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) diminta kreatif membuat berbagai terobosan baru agar penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan riset dan inovasi terus berkembang. (Baca juga: Pandemi Covid-19 Picu Kebangkitan Riset dan Inovasi Dalam Negeri)

"Sebagai sebuah bangsa kita patut bangga dengan beragam pencapaian hasil riset dan inovasi yang sudah dihasilkan," ujar Mulyanto yang pernah menjadi Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi era Presiden SBY ini dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Senin (10/8/2020). (Baca juga: Inovasi Butuh Sinergi Semua Lini)

Mulyanto mengatakan, secara kualitas terbukti hasil riset dan inovasi anak bangsa mampu bersaing di kancah internasional. Maka itu, kata dia, diperlukan dukungan yang konsisten dari pemerintah agar keberhasilan yang sudah diraih dapat dikembangkan. "Namun belakangan saya melihat pemerintah seperti tidak serius membangun program inovasi teknologi nasional sebagai dasar keunggulan kompetitif bangsa, baik dari aspek pendanaan maupun kelembagaannya," ungkapnya. (Baca juga: Inovasi di Tengah Pandemi, dari APD hingga Robot Tenaga Medis)

Mulyanto mengatakan, sampai hari ini saja bentuk kelembagaan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) masih belum jelas. Padahal, lanjut dia, pemerintah berjanji akan menerbit Perpres tentang Kelembagaan BRIN di akhir tahun 2019. "Tapi sampai memasuki semester II tahun 2020 pun, Perpres itu belum juga muncul," kata doktor nuklir lulusan Tokyo Technology Institute ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Berita Terkini
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Dua Dekade Fakultas...
Dua Dekade Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Menenun Inklusi dan Jiwa Olahraga
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved