Jatah Siluman Siswa Baru, Ribuan Kursi Kosong Disiapkan Sekolah Negeri

Selasa, 28 Juli 2020 - 07:32 WIB
loading...
Jatah Siluman Siswa...
Seorang guru sedang memeriksa kelengkapan berkas PPDB yang diserahkan orang tua untuk diverifikasi ulang. Foto: dok/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Terbongkarnya praktik siswa titipan di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, membuka rumor dunia percaloan di sekolah-sekolah negeri favorit selama ini.

Tidak hanya lurah, sederet pejabat lain diduga terlibat. Semakin tinggi jabatannya, maka semakin besar kuotanya. Termasuk anggota dewan, ormas, LSM, hingga wartawan punya kuota titipan. Di luar itu, pihak sekolah juga diduga banyak terlibat dalam permainan kotor tersebut. Tidak sedikit, kuota bangku yang tersisa dijadikan bahan bancakan untuk diperjualbelikan.

Setiap berlangsung penerimaan peserta didik baru (PPDB), hampir ribuan bangku kosong yang disiapkan untuk praktik busuk seperti itu. Alhasil, masyarakat yang dirugikan dan para cukong diuntungkan. Praktik siswa titipan ini terbongkar saat Lurah Benda Baru Saidun mengamuk di SMAN 3 Kota Tangsel, pada 10 Juli 2020. Dia tak terima karena lima siswa titipannya tidak diterima masuk. Dengan gaya preman, dia menendang stoples di atas meja.

Aksi arogan Saidun kontan membuat pihak sekolah shock. Sebab bukan kali ini saja pihak sekolah mendapat ancaman, lantaran titip-menitip siswa dari para oknum pejabat. Dengan keberanian yang tersisa, pihak sekolah akhirnya melapor ke Polsek Pamulang, pada 14 Juli 2020. Dari sinilah, rumor siswa titipan itu tersingkap. (Baca: PKS Terkejut Gaji Pengelola Kartu Prakerja Rp47-77 Juta)

Praktik yang sebelumnya dilakukan senyap dan tanpa bukti, kini menjadi perbincangan umum masyarakat. Siswa titipan ini menarik karena dampak yang disebabkan merugikan masyarakat dari semua lapisan kelas sosial. Tidak hanya siswa miskin dan kaya, tetapi juga siswa berprestasi, para generasi penerus bangsa.

Plt Kepala SMAN 3 Tangsel Aan Sri Analiah mengatakan, Lurah Benda Baru Saidun meminta lima jatah kursi siswa baru. Namun, permintaan itu terlambat. PPDB sudah selesai dan masuk daftar ulang. “Biasa, masa PPDB. Pak Lurah banyak dapat tekanan agar bisa mengusahakan masyarakatnya masuk ke SMAN 3. Kan PPDB sudah berakhir dan sudah daftar ulang," kata Aan.

Alhasil, permintaan Lurah Saidun ditolak. Tidak pernah mendapat penolakan sebelumnya, dia marah dan menendang stoples kaca di meja. “Kemudian kita sampaikan baik-baik, karena ingin membela rakyatnya dan titipannya diakomodasi, kita enggak mungkin menambah kelas. Paling menambah kuota. Itu pun harus mengajukan ke pemerintah," sambung Aan. (Baca juga: Gokir, Dua Juta Kartu Prakerja Hangus Gara-gara Tekan Tombol Enter)

Terkait laporan oleh pihak sekolah atas tindakan tidak menyenangkan dan perusakan ke Polsek Pamulang, Aan masih mempertimbangkan apakah akan mencabutnya atau berlanjut. "Sebenarnya masalahnya sudah selesai. Pak Lurah sudah minta maaf didampingi camat, tokoh masyarakat, dan dinas. Kita intinya dari kejadian kemarin, meminta beliau datang ke sekolah untuk meminta maaf," ungkapnya.

Kapolsek Pamulang Kompol Supiyatno mengatakan, akan menyelidiki kasus itu. Setelah pemeriksaan saksi, pihaknya akan melakukan gelar perkara, selanjutnya memanggil Lurah Benda Baru Saidun. Rencananya, Lurah Saidun akan diperiksa pada Selasa (28/7/2020). "Nanti dulu lah, digelar dulu. Sabar. Kalau kapan digelarnya, itu nanti saya lah. Kita akan koordinasi dulu dengan Pak Kanit. Belum. Lurah masih belum dipanggil," kata Supiyanto.

Selain sanksi pidana, desakan agar Saidun dicopot dari jabatan lurah pun menyeruak. Tidak hanya dari masyarakat, anggota DPRD Kota Tangsel pun nyaring suaranya terkait pencopotan ini. Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum dari Fraksi Gerindra-PAN Samtoni mendesak Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany untuk segera memproses dan memecat Saidun dari jabatan Lurah Benda Baru.

"Perbuatan Lurah Saidun itu tidak pantas karena layaknya seorang pereman dan tentu sudah melanggar kode etik ASN. Oleh karena itu, kami mendesak Wali Kota agar segera memecat Lurah Benda Baru," ungkapnya.

Lurah Saidun ternyata tidak sendiri. Beberapa temannya sesama lurah yang tergabung dalam Paguyuban Lurah se-Tangsel juga mendapat jatah kursi sekolah. Melalui juru bicaranya Tomi Patria, dia juga mengaku melakukan praktik titip-menitip. Bahkan dengan bangganya, dia mengaku mendapat kuota siswa titipan 9 hingga 10 orang. Di Kota Tangsel, sedikitnya ada sekira 45 kelurahan. "Waktu saya di SMAN 9 Serua, saya masukin 9-10 orang. Saya minta berapa saja dikasih. Masuk TKS juga ada tarifnya Rp15-20 juta. Lurah hari ini, satu saja seperak gak ngasih duit. Lurah gak main duit," katanya. (Baca juga: Penagguran Meningkar Warga ISrael Ramai-ramai Donor Sperma)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Efisien dan Tepat Sasaran:...
Efisien dan Tepat Sasaran: Mekanisme Tunjangan Langsung ke Rekening, Banjir Pujian Para Guru
3 Perbedaan PPDB Zonasi...
3 Perbedaan PPDB Zonasi dengan SPMB Domisili di Penerimaan Siswa Baru 2025
PPDB Resmi Diganti Jadi...
PPDB Resmi Diganti Jadi SPMB, Mendikdasmen: Bukan Sekedar Nama Baru
Mendikdasmen: PPDB Zonasi...
Mendikdasmen: PPDB Zonasi akan Dihapus, Diganti Nama Baru
Link Pengumuman Hasil...
Link Pengumuman Hasil Akhir Seleksi CPNS Kemendikbud dan Kemenag 2024
Wamendikdasmen: Evaluasi...
Wamendikdasmen: Evaluasi Sistem Zonasi PPDB akan Diputuskan di Sidang Kabinet
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Ditolak karena Zonasi,...
Ditolak karena Zonasi, Orang Tua Calon Siswa Ukur Jarak Rumah dengan Sekolah | Sindo Today
Kejagung Buka Peluang...
Kejagung Buka Peluang Periksa Eks Mendikbud di Kasus Korupsi Pengadaan Laptop
Rekomendasi
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Berita Terkini
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved