Cerita Nandang, Perjuangan Seorang OB yang Raih Gelar Sarjana di UBP Karawang

Jum'at, 10 November 2023 - 13:38 WIB
loading...
Cerita Nandang, Perjuangan Seorang OB yang Raih Gelar Sarjana di UBP Karawang
Seorang OB bernama Nandang (54) berhasil meraih gelar sarjana di Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang. Foto/MPI/Nilakusuma./
A A A
KARAWANG - Seorang Office Boy (OB) bernama Nandang (54) berhasil meraih gelar sarjana di Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang. Kisahnya perjuangannya bekerja sambil kuliah bisa menjadi panutan para pejuang kuliah.

Nandang bekerja sebagai OB di UBP Karawang. Dia kuliah di kampus tersebut berkat beasiswa yang diberikan UBP dengan syarat kuliahnya tidak boleh mengganggu pekerjaanya di kampus UBP.

"Saya menyanggupi bisa bekerja dan juga sambil kuliah karena masih satu lokasi jadi tidak perlu biaya lagi. Apalagi biaya kuliahnya ditanggung oleh kampus jadi saya terima syarat itu, malah saya bekerja semakin rajin," katanya, dikutip Jumat (10/11/2023).

Nandang mengungkapkan, awalnya dia enggan kuliah lagi karena dia berpikir apa perlunya sekolah tinggi-tinggi jika tetap harus menjadi OB.

Baca juga: Selamat! 22 Warga Palestina Raih Beasiswa di Unhan

Namun pihak rektorat mendorongnya untuk ikut kuliah bahkan digratiskan hingga meraih gelar sarjana di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Buana Perjuangan Karawang.

"Awalnya sempat malu juga karena saya tetap memikirkan biaya pendidikan. Meski biaya kuliah gratis tapi pasti harus beli buku atau alat tulis kuliah dan biaya lainnya. Makanya saya sempat ragu - ragu," tutur Nandang.

Tawaran kuliah itu pun dia terima. Namun kepada istri dan anak-anaknya dia enggan menceritakan hal tersebut karena malu. Selama dia kuliah 2 tahun, dia berhasil merahasiakan statusnya sebagai mahasiswa kepada keluarganya di rumah.

"Istri saya mulai curiga karena saya sering menerima WA dari mahasiswa menanyakan mata kuliah. Apalagi saya ketahuan menggunakan laptop di rumah saat mengerjakan tugas kuliah," bebernya.

Menurut Nandang, dia ketahuan menggunakan laptop di rumah karena saat itu sedang pandemi Covid-19 sehingga mahasiswa mengikuti perkuliahan daring di rumah. Nandang pun tak bisa berkelit lagi ketika istrinya mendapatinya sedang kuliah daring.

Baca juga: Mengenal ITB Kampus Cirebon, Prodi yang Tersedia dan Keunggulannya

"Saya akhirnya jujur kepada istri saya kalau saya kuliah di kampus UBP. Setelah saya jelaskan istri saya akhirnya malah menangis karena bangga suaminya bisa kuliah meski tidak punya biaya," tuturnya.

Menjalani kuliah dan bekerja sebagai OB di kampus membutuhkan niat kuat karena harus bekerja sejak pagi hingga pulang malam hari. Nandang membagi waktu dan menyeimbangkan hidupnya antara bekerja dan kuliah.

Nandang mengaku, tak jarang dia harus pulang dini hari jika ada tugas kuliah yang harus segera dia kerjakan. Kalau sudah seperti itu, pukul setengah enam pagi dia harus kembali bekerja dan pulang malam hari.

"Begitu rutinitas saya setiap hari selama 4 tahun kuliah. Tapi karena tekad saya sudah bulat makanya setiap kelelahan tidak begitu saya rasakan," ungkap Nandang.

Nandang pun berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Dia semestinya mengikuti proses wisuda seperti mahasiswa lainnya. Namun karena pertimbangan biaya, Nandang memilih menjadi penonton dan menyaksikan tawa ceria rekan seangkatannya saja.

"Biar saya jadi panitia wisuda saja tidak ikut wisuda yang penting bisa melayani. Saya bersyukur bisa menyelesaikan kuliah dan jadi sarjana. Bersyukur karena saya hanya seorang OB tapi bisa kuliah di FKIP dan menjadi sarjana dari kampus UBP," pungkas Nandang dengan bangga.
(nnz)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2001 seconds (0.1#10.140)