UKRIDA Gelar Forum Pelaku Bisnis Membahas Prospek dan Tantangan Ekonomi 2025
loading...
A
A
A
Dalam forum diskusi yang dipandu Riawan Tamin dari komunitas pengusaha Tangan Di Atas, CEO BCA Armand Hartono menekankan pentingnya kesiapan menghadapi ketidakpastian. "Sebenarnya, tidak ada yang dapat mengetahui dunia ini tepatnya akan menjadi seperti apa di tahun 2025. Namun, bagian terpenting adalah cara kita siap menghadapi gejolak dan mencari peluang di tengah ketidakpastian," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa inovasi teknologi dan pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci untuk bertahan di pasar yang kompetitif.
Kilala Tilaar, CEO Martha Tilaar Group, juga membagikan pengalamannya tentang transformasi industri kecantikan di era digital. "Dengan banyaknya persaingan yang benar-benar dahsyat saat ini, semua orang jadi ingin lebih bagus, lebih murah, lebih cepat," katanya.
Dalam kolaborasinya dengan Prof. Dr. Ir. Bernard Tirtomoeljono Widjaja, yang juga merupakan guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKRIDA, Kilala mengungkapkan misinya untuk memberdayakan UKM.
"Saya memiliki misi untuk UKM yang dibantu oleh beliau, yaitu saya ingin setiap UKM yang masuk ke dalam program kami dapat mencapai satu juta dollar setahun. Dengan skala produksi yang lebih besar, kita dapat meningkatkan efisiensi dan memberikan kepuasan yang lebih baik bagi semua pihak," jelasnya.
Upaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKRIDA dalam memberikan pendampingan dan bimbingan teknis bagi para UMKM sekitar yaitu Jakarta Barat juga terus dilakukan sebagai wujud implementasi kewajiban perguruan tinggi.
Saat ini UKRIDA juga turut serta berpartisipasi dalam mendukung program pemerintah memajukan sektor UMKM sehingga UMKM tetap terus menjadi penyumbang terbesar bidang sektor perekonomian nasional.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, Suwandi Wiratno, menekankan pentingnya mengubah pola konsumsi menjadi produksi. "Kita harus menjadi produsen, bukan hanya konsumen. Kita harus bisa menciptakan nilai," tegasnya.
Dari sektor teknologi, Founder & CEO NXTX AI Nathanael Santoso menjelaskan perkembangan AI yang kini telah mencapai tahap reasoning power. "AI sekarang bisa memunculkan konsep-konsep baru berdasarkan data yang sudah dikumpulkan. Ini adalah perubahan besar dalam cara kita berbisnis," jelasnya.
Salah satu peserta yang hadir yaitu Lely Suryani, pemilik ekspor UMKM kakao yang juga memimpin Samudra Alfath Group dan Sekolah Ekspor menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar di perayaan Dies Natalis UKRIDA memberikan semangat kebersamaan untuk terus berinovasi.
Ia menambahkan bahwa inovasi teknologi dan pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci untuk bertahan di pasar yang kompetitif.
Kilala Tilaar, CEO Martha Tilaar Group, juga membagikan pengalamannya tentang transformasi industri kecantikan di era digital. "Dengan banyaknya persaingan yang benar-benar dahsyat saat ini, semua orang jadi ingin lebih bagus, lebih murah, lebih cepat," katanya.
Dalam kolaborasinya dengan Prof. Dr. Ir. Bernard Tirtomoeljono Widjaja, yang juga merupakan guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKRIDA, Kilala mengungkapkan misinya untuk memberdayakan UKM.
"Saya memiliki misi untuk UKM yang dibantu oleh beliau, yaitu saya ingin setiap UKM yang masuk ke dalam program kami dapat mencapai satu juta dollar setahun. Dengan skala produksi yang lebih besar, kita dapat meningkatkan efisiensi dan memberikan kepuasan yang lebih baik bagi semua pihak," jelasnya.
Upaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKRIDA dalam memberikan pendampingan dan bimbingan teknis bagi para UMKM sekitar yaitu Jakarta Barat juga terus dilakukan sebagai wujud implementasi kewajiban perguruan tinggi.
Saat ini UKRIDA juga turut serta berpartisipasi dalam mendukung program pemerintah memajukan sektor UMKM sehingga UMKM tetap terus menjadi penyumbang terbesar bidang sektor perekonomian nasional.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, Suwandi Wiratno, menekankan pentingnya mengubah pola konsumsi menjadi produksi. "Kita harus menjadi produsen, bukan hanya konsumen. Kita harus bisa menciptakan nilai," tegasnya.
Dari sektor teknologi, Founder & CEO NXTX AI Nathanael Santoso menjelaskan perkembangan AI yang kini telah mencapai tahap reasoning power. "AI sekarang bisa memunculkan konsep-konsep baru berdasarkan data yang sudah dikumpulkan. Ini adalah perubahan besar dalam cara kita berbisnis," jelasnya.
Salah satu peserta yang hadir yaitu Lely Suryani, pemilik ekspor UMKM kakao yang juga memimpin Samudra Alfath Group dan Sekolah Ekspor menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar di perayaan Dies Natalis UKRIDA memberikan semangat kebersamaan untuk terus berinovasi.
Lihat Juga :