Kehadiran Kampus Asing, Antara Waswas dan Kualitas

Jum'at, 21 Mei 2021 - 06:01 WIB
loading...
A A A
"Hanya sebelum masuknya Monash University, selama ini belum ada PT (perguruan tinggi) kelas dunia yang masuk ke Indonesia. Alhamdulillah tahun ini Monash University membuka kampus cabang di Indonesia. Harapan kita kehadiran Monash University (peringkat 55 QS, peringkat 1 PT terbaik Australia), akan mendorong PT kelas dunia lainnya untuk hadir di Indonesia," ujar Nizam kepada KORAN SINDO, di Jakarta, Rabu (19/5/2021) sore.

Dia menjelaskan, selama ini tak kurang dari 20.000 orang Indonesia yang kuliah di luar negeri. Dengan hadirnya PT kelas dunia di Indonesia, anak Indonesia mempunyai kesempatan lebih luas untuk belajar di perguruan tinggi kelas dunia tanpa harus ke luar negeri.

"Dengan biaya yang lebih murah, mendapatkan pendidikan dengan kurikulum dan kualitas yang sama dengan kampus induknya," imbuhnya.

Nizam membeberkan, kehadiran perguruan tinggi yang bermutu tentunya akan mendorong perguruan tinggi di dalam negeri untuk meningkatkan mutunya juga. Jadi menurut Kemendikbud-Ristek, kata dia, dampaknya tentu positif bagi peningkatan mutu perguruan tinggi di dalam negeri. Selain itu, perguruan tinggi di Luar Negeri tersebut juga harus bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta.

"Sehingga dapat menularkan kualitasnya pada perguruan tinggi di Indonesia," ungkapnya.

Dia menggariskan, sesuai dengan UU Pendidikan Tinggi, maka perguruan tinggi luar negeri yang menyelenggarakan prodi sarjana (S1/D4) wajib menyelenggarakan mata kuliah wajib kurikulum yakni Pancasila, Kewarganegaraan, Agama, dan Bahasa Indonesia bagi mahasiswa warga negara Indonesia. Dengan demikian, menurut Nizam, nasionalisme para mahasiswanya tetap terjaga.

Ini tentu lebih positif dibandingkan kalau anak-anak kita studi di luar negeri yang kita tidak tahu kurikulumnya seperti apa.

"Dan tentunya kalau di luar negeri tidak diajarkan keempat mata kuliah wajib tersebut," tegasnya.

Di sisi lain, lanjut dia, perguruan tinggi di Indonesia sebaiknya memanfaatkan kehadiran perguruan tinggi kelas dunia dari luar negeri untuk bisa bekerjasama dan meningkatkan mutunya.

Nizam juga memaparkan, untuk perguruan tinggi negara lain yang boleh buka di Indonesia maka pemerintah dalam hal ini Kemendikbud-Ristek membatasi pada perguruan tinggi top 200 berdasar berbagai pemeringkatan yang ada atau atas pertimbangan khusus kebutuhan pengembangan bidang tertentu.

"Selain itu, perguruan tinggi luar negeri tersebut juga harus berprinsip nirlaba, sama dengan perguruan tinggi di Indonesia," bebernya.

Dia lantas menuturkan, tugas pemerintah memberikan kesempatan terbaik bagi anak-anak bangsa dan masa depan bangsa untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Kehadiran perguruan tinggi terbaik di Indonesia tentunya memberi kesempatan tersebut. Selain itu menurut Nizam, kehadiran perguruan tinggi luar negeri sekaligus juga membuka kesempatan bagi perguruan tinggi di dalam negeri.

"Untuk meningkatkan mutunya dengan bekerjasama dengan perguruan tinggi kelas dunia tersebut," ucap Nizam.

Sementara iitu, Ketua Forum Rektor Arif Satria mengatakan, hadirnya perguruan tinggi asing adalah sebagai konsekuensi dari keterlibatan Indonesia di World Trade Organization (WTO). Hal ini, kata Arif, sudah menjadi pembahasan panjang saat Omnibuslaw ramai diperbincangkan.

“Memang hadirnya kampus asing merupakan konsekuensi dari keterlibatan Indonesia di WTO. Dan, ini sudah dibahas cukup panjang lebar saat pembahasan Omnibuslaw,” ujar Arif yang juga Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB).

Namun Indonesia harus lebih pintar lagi menghadapi situasi. Menurutnya, yang bisa dilakukan adalah Indonesia harus memetik kesempatan dari hadirnya kampus asing tersebut.

“Yaitu, opportunity kerjasama pendidikan dan penelitian. Kita bisa membangun konsorsium riset bersama mereka. Juga peluang untuk membuat mereka bisa membantu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi kita. Sebenarnya kita harus bangga bahwa kualitas dosen kita tidak selamanya kalah dengan mereka,” tegasnya.

Keberadaan perguruan tinggi asing di Indonesia seharusnya dibarengi dengan syarat khusus yaitu mereka harus berbasis pada riset university, bukan hanya teaching university. Dengan demikian Indonesia bisa mendapat manfaat dari kehadiran perguruan tinggi asing di Indonesia.

“Saya setuju mereka diarahkan untuk memperkuat research University. Dia (perguruan tinggi asing) harus mendampingi perguruan tinggi nasional untuk peningkatan kualitas pembelajaran, riset, dan tata kelola,” ungkapnya.

Arif tidak menampik bahwa kehadiran perguruan tinggi asing di Indonesia memang bisa memakan pasar mahasiswa yang ada di Tanah Air, utamanya perguruan tinggi swasta. Untuk IPB sendiri, Arif meyakini tidak akan tergerus pasarnya karena perbedaan segmen pasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
President University...
President University Buka Kelas Khusus Taylor Swift, Ini yang Dipelajari Mahasiswa
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
APTISI Siapkan Ekosistem...
APTISI Siapkan Ekosistem Kampus Digital untuk Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Pemkot Tangerang Luncurkan...
Pemkot Tangerang Luncurkan Inovasi Pendidikan, Sachrudin: Teknologi dan Prestasi Harus Tumbuh Bersama
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
Tata Motors Gandeng...
Tata Motors Gandeng Chery Kembangkan Mobil Listrik Mewah Avinya
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
Berita Terkini
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved